Pedoman Transliterasi Arab-Latin

Table of Contents
Ilustrasi dok. pribadi 2022

Pengalaman saya soal transliterasi adalah formalitas. Jujur saja. Banyak sekali, atau mayoritas, berbasis pengalaman saya, pedoman transliterasi dicantumkan sebagai formalitas saja ketika menulis karya ilmiah, khususnya skripsi. Sebagai dosen yang setahun bisa bimbing 8 skripsi, saya sering menemukan hal itu. 

Jadi, menulis tentang pedoman transliterasi ini sebenarnya untuk pengingat kalau suatu ketika menemukan pedoman yang berbeda, saya bisa memberikan tautan ini untuk ditelaah. 

Terkait dengan pentingnya transliterasi sudah saya tulis pada artikel berjudul Mengapa Transliterasi Arab-Latin begitu penting di Nusantara? jadi, saya tidak perlu mengulanginya tentang seberapa penting. Jadi, fokus tulisan ini hanya pada pedoman transliterasi arab-latin yang disepakati di Indonesia.

Apa itu Transliterasi Arab-Latin?

Transliterasi di sini dimaksudkan sebagai pengalih-hurufan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Transliterasi Arab-Latin ialah penyalinan huruf-huruf Arab dengan huruf-huruf Latin beserta perangkatnya berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 158 Tahun 1987 dan Nomor: 0543b//U/1987.

9 Pedoman Transliterasi Arab-Latin

1. Konsonan

Fonem konsonan bahasa Arab yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf. Dalam transliterasi ini sebagian dilambangkan dengan huruf dan sebagian dilambangkan dengan tanda, dan sebagian lagi dilambangkan dengan huruf dan tanda sekaligus.

Huruf Arab Nama Huruf Huruf Latin Keterangan Nama
أ Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkan
ب Ba B Be
ت Ta T Te
ث Ṡa es (dengan titik di atas)
ج Jim J Je
ح Ḥa ha (dengan titik di bawah)
خ Kha Kh ka dan ha
د Dal d De
ذ Żal ż Zet (dengan titik di atas)
ر Ra r er
ز Zai z zet
س Sin s es
ش Syin sy es dan ye
ص Ṣad es (dengan titik di bawah)
ض Ḍad de (dengan titik di bawah)
ط Ṭa te (dengan titik di bawah)
ظ Ẓa zet (dengan titik di bawah)
ع `ain ` koma terbalik (di atas)
غ Gain g ge
ف Fa f ef
ق Qaf q ki
ك Kaf k ka
ل Lam l el
م Mim m em
ن Nun n en
و Wau w we
Ha h ha
ء Hamzah apostrof
ي Ya y ye

2. Vokal (Tunggal & Rangkap)

Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri dari vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong. Vokal tunggal lambangnya berupa tanda atau harakat, sedangkan vokal rangkap berupa gabungan antara harakat dan huruf.

Jenis Vokal Huruf/Harakat Arab Huruf Latin Contoh Arab Transliterasi
Vokal Tunggal ﹷ (Fathah) a كَتَبَ kataba
ﹷ (Fathah) a فَعَلَ fa`ala
ﹻ (Kasrah) i سُئِلَ suila
ﹹ (Dammah) u
Vokal Rangkap يْ.َ.. (Fathah dan ya) ai كَيْفَ kaifa
وْ.َ.. (Fathah dan wau) au حَوْلَ haula

3. Maddah (Vokal Panjang)

Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harakat dan huruf, transliterasinya berupa huruf vokal yang diberi tanda macron (garis di atasnya).

Kombinasi Huruf Arab Huruf Latin Contoh Arab Transliterasi
ا.َ..ى.َ.. (Fathah dan alif atau ya) ā قَالَ qāla
ā رَمَى ramā
ى.ِ.. (Kasrah dan ya) ī قِيْلَ qīla
و.ُ.. (Dammah dan wau) ū يَقُوْلُ yaqūlu

4. Ta’ Marbutah

Transliterasi untuk ta’ marbutah dibedakan menjadi dua kondisi:

  • Ta’ marbutah hidup: Ta’ marbutah hidup atau yang mendapat harakat fathah, kasrah, dan dammah, transliterasinya adalah “t”.
  • Ta’ marbutah mati: Ta’ marbutah mati atau yang mendapat harakat sukun, transliterasinya adalah “h”.

Kalau pada kata terakhir dengan ta’ marbutah diikuti oleh kata yang menggunakan kata sandang al serta bacaan kedua kata itu terpisah, maka ta’ marbutah itu ditransliterasikan dengan “h”.

Kondisi Huruf Contoh Arab Transliterasi Pilihan
Hidup / Bersambung رَؤْضَةُ الأَطْفَالِ raudah al-atfāl / raudahtul atfāl
الْمَدِيْنَةُ الْمُنَوَّرَةُ al-madīnah al-munawwarah / al-madīnatul munawwarah
Mati / Waqaf طَلْحَةْ talhah

5. Syaddah (Tasydid)

Syaddah atau tasydid yang dalam tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda, ditransliterasikan dengan huruf yang sama (dobel) dengan huruf yang diberi tanda syaddah itu.

Tulisan Arab Transliterasi
نَزَّلَ nazzala
البِرُّ al-birr

6. Kata Sandang

Kata sandang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf ال. Namun dalam transliterasi ini kata sandang dibedakan atas:

  • Diikuti huruf syamsiyah: Ditransliterasikan sesuai dengan bunyinya, yaitu huruf “l” diganti dengan huruf yang langsung mengikuti kata sandang itu.
  • Diikuti huruf qamariyah: Ditransliterasikan sesuai dengan aturan baku dan bunyinya tetap menggunakan huruf “l”.

Baik diikuti oleh huruf syamsiyah maupun qamariyah, kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikuti dan dihubungkan dengan tanda sempang (-).

Kategori Kata Sandang Tulisan Arab Transliterasi
Al + Huruf Syamsiyah الرَّجُلُ ar-rajulu
الشَّمْسُ asy-syamsu
Al + Huruf Qamariyah الْقَلَمُ al-qalamu
الْجَلاَلُ al-jalālu

7. Hamzah

Hamzah ditransliterasikan sebagai apostrof. Namun hal itu hanya berlaku bagi hamzah yang terletak di tengah dan di akhir kata. Sementara hamzah yang terletak di awal kata tidak dilambangkan karena dalam tulisan Arab berupa alif.

Posisi Hamzah Tulisan Arab Transliterasi
Tengah Kata تَأْخُذُ ta’khużu
Akhir Kata شَيئٌ syai’un
النَّوْءُ an-nau’u
Awal Kata إِنَّ inna

8. Penulisan Kata dan Huruf Kapital

Pada dasarnya setiap kata, baik fi'il, isim maupun huruf ditulis terpisah. Hanya kata-kata tertentu yang penulisannya dengan huruf Arab sudah lazim dirangkaikan dengan kata lain karena ada huruf atau harakat yang dihilangkan, maka penulisan kata tersebut dirangkaikan juga.

Meskipun dalam sistem tulisan Arab huruf kapital tidak dikenal, dalam transliterasi ini huruf tersebut digunakan juga mengikuti aturan yang berlaku dalam EYD, di antaranya untuk menuliskan huruf awal nama diri dan permulaan kalimat. Bilamana nama diri didahului kata sandang, yang ditulis kapital tetap huruf awal nama diri tersebut. Penggunaan huruf awal kapital untuk Allah hanya berlaku bila dalam tulisan Arabnya lengkap.

Ketentuan Penulisan Tulisan Arab Transliterasi Pilihan
Perangkaian Kata Lazim وَ إِنَّ اللهَ فَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ Wa innallāha lahuwa khair ar-rāziqīn / Wa innallāha lahuwa khairurrāziqīn
بِسْمِ اللهِ مَجْرَاهَا وَ مُرْسَاهَا Bismillāhi majrehā wa mursāhā
Huruf Kapital pada Nama Diri الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Alhamdu lillāhi rabbi al-`ālamīn / Alhamdu lillāhi rabbil `ālamīn
الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Ar-rahmānir rahīm / Ar-rahmān ar-rahīm
Aturan Khusus Nama Allah اللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ Allāhu gafūrun rahīm
لِلّهِ الأُمُوْرُ جَمِيْعًا Lillāhi al-amru jamī`an / Lillāhil-amru jamī`an

9. Tajwid

Bagi mereka yang menginginkan kefasihan dalam bacaan, pedoman transliterasi ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Ilmu Tajwid. Karena itu peresmian pedoman transliterasi ini perlu disertai dengan pedoman tajwid.

Saya kira ini menjadi ceruk untuk mengisi kaidah transliterasi dalam versi tajwid. Mengingat tanda-tanda seperti mad, saktah, ghunnah, idgham, dll. Belum ada tanda yang disepakati bagaiman cara penulisannya.

Penutup

Sekian pedoman transliterasi arab-latin yang bisa ditelaah, pekerjaan transliterasi ini memang sangat njelimet dan butuh fokus, jadi sebaiknya dilakukan pada proses editing/penyuntingan saja, bukan ketika sedang menulis. Saya tak bisa membayangkan stresnya kalau lagi nulis disambi dengan penyuntingan transliterasi, bisa jadi fokusnya akan pecah dan hasil analisisnya kurang maksimal.

Qowim Musthofa
Qowim Musthofa Blogger yang tinggal di Bantul. Mengajar di Institut Ilmu al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta. Terima kasih telah berkunjung. Korespondensi melalui surel: janurmusthofa@gmail.com

Post a Comment