Istilah Sunnah dan Macam-macam Definisinya
Saya mengajar mata Kuliah Syarah Hadis sudah tiga tahun terakhir ini. Biasanya di awal pertemuan saya selalu memberikan penekanan tentang memahami istilah sunnah. Namun, saya belum pernah menuliskan secara khusus tentang definisi sunnah tersebut. Jadi, tulisan ini sebenarnya untuk rujukan sederhana saja sebagai pemicu untuk menelusuri lebih jauh tentang arti kata sunnah.
![]() |
| Tumpukan buku (dok. pribadi 2023) |
Istilah Sunnah
Di dalam kamus, terutama di Lisanul Arab dan al-Muhit kata sunnah diartikan sebagai tata cara (kaifiyyah) dan adapula yang memaknai sebagai jalan (thariq). Secara lebih spesifik Ibn Manzur (penulis kamus lisanul arab) menjelaskan bahwa sunnah artinya jalan yang dilalui oleh orang-orang terdahulu yang kemudian diikuti oleh orang-orang setelahnya.
Jika melihat definisi itu, kata sunnah sebenarnya bermakna netral. Artinya sunnah bisa dipakai untuk tata cara atau jalan yang bersifat baik dan juga buruk. Hal ini juga terjadi di dalam Bahasa Indonesia misalnya kata kata sarjana yang dulu diartikan sebagai orang pintar/cendekiawan, namun sekarang sudah menyempit maknanya menjadi tingkat pendidikan gelar strata satu di perguruan tinggi.
Oleh sebab itu dalam linguistik terdapat istilah makna literal, denotasi hingga leksikal yang merujuk pada makna-makna primer sebuah kata, sedangkan makna yang lain disebut konotatif, figuratif dan gramatikal.
Kata sunnah pun demikian. Secara literal sudah dibahas sebagai makna primer yaitu tata cara dan atau jalan.
Selanjutnya adalah kita coba menelisik makna-makna figuratif (kias) yang berkembang dengan setidaknya menurut ahli hadis dan (usul) fikih.
Sunnah menurut ahli hadis
Muhammad Thahir bin Shalih Al-Jazairi penulis buku Taujih an-Nadhar (salah satu kitab rujukan dalam ilmu musthalah hadis) menjelaskan bahwa sunnah adalah sabda, pekerjaan, ketetapan hingga sifat dan tingkah laku Nabi Muhammad, baik sebelum menjadi Nabi maupun sesudahnya.
Melalui definisi tersebut, mayoritas ulama memang menganggap bahwa sunnah adalah sinonim dari hadis. Jika ada yang membedakan definisi tentang sunnah dan hadis, dimungkinkan berasal dari sudut pandang fikih.
Sunnah menurut ahli (ushul) fikih
Masih menurut Muhammad Thahir, sunnah menjadi lebih umum cakupannya dibandingkan hadis, sebab menurut ahli fikih, definisi hadis yang secara spesifik hanya perkataan Nabi Muhammad saja. Atas dasar itulah terdapat perbedaan pendapat mengenai kebolehan meriwayatkan Hadis secara makna (bi al-ma'na).
Ringkasnya, bagi ulama fikih dan ushul fikih terdapat perbedaan penggunaan hadis, oleh sebab itu di dalam diskursus yang lebih luas, pembagian hadis seperti marfu' (hadis disandarkan kepada Nabi), maqthu' (disandarkan kepada tabi'in) dan mauquf (disandarkan kepada sahabat) memiliki implikasi dan keberbedaan cara istinbat para ulama.
Sudah sampai sini saja, ternyata capek juga cari sumber dan memahami kalau menulis hal-hal yang serius.
Minggu kemarin saya mengantar Yahya dalam rangka kenaikan kelas 1 ke kelas 2. Acara ini menurut saya penting tidak hanya sebagai silaturahim guru dan orang tua murid, tetapi juga sebagai bentuk kegiatan orang tua dan anak agar lebih dekat. Sebagai orang tua memang seharusnya tahu teman-teman anaknya dan orang tuanya agar tahu bagaimana anak bersosialisasi dengan banyak orang. Acara ini juga sekaligus menjadi asbabul wurud dari tulisan saya yang berjudul Mengapa bapak-bapak kurang terlibat dalam kegiatan anaknya?

Post a Comment