Widget HTML Atas

Pembagian Waqaf Dalam Membaca Al-Qur'an

Waqaf merupakan salah satu pembahasan penting dalam belajar ilmu tajwid, karena waqaf bisa memengaruhi arti, bahkan tafsir suatu ayat. Dan yang lebih diperhatikan bahwa waqaf berbeda dengan sakt, apalagi qath'u.

Jika waqaf di tempat yang salah, maka dikhawatirkan bisa mengubah makna dari ayat tersebut.

Imam Hudzali mengatakan bahwa Waqaf itu pemanis bacaan, seni membaca, menyampaikan pesan, memahamkan pendengar sekaligus menjadi salah satu indikator kealiman seseorang di bidang al-Qur'an.
Gambar oleh Mufid Majnun dari Pixabay
Merujuk pada kalimat Imam Hudzali tersebut, kita dapat mengerti bahwa pentingnya mengetahui waqaf ketika sedang membaca al-Qur'an. 

Waqaf, jika dilihat dari sisi kondisi ketika sedang membaca al-Qur'an, dibagi menjadi 4 waqaf.

1. Waqaf Ikhtiyari

Waqaf ikhtiyari adalah waqaf yang disengaja oleh pembaca (qari') di tempat-tempat tertentu sebab ia mengerti waktu dan tempat-tempat waqaf, bukan disebabkan hal-hal yang selain itu. Misalnya lupa, napas tidak kuat, tiba-tiba terhenti dan lain-lain.

Intinya adalah, waqaf ikhtiyari memang disengaja oleh pembaca untuk berhenti sejenak dalam membaca al-Qur'an.

2. Waqaf Idlthirari (اضطراري)

Adalah waqaf yang disengaja oleh pembaca karena hal-hal yang mendesak, misalnya napas yang tidak panjang, lupa atau hal-hal yang semacam itu.

Waqaf seperti ini tentunya boleh, namun alangkah baiknya dengan mengulangi kalimat/kata sebelumnya untuk menjaga makna agar sesuai.

3. Waqaf Ikhtibari

Adalah waqaf yang disengaja untuk keperluan pembelajaran al-Qur'an atau untuk menguji hafalan. Biasanya, ini dilakukan oleh para ustaz ketika menguji hafalan murid-muridnya.

Ini sering juga terjadi pada perlombaan MHQ (Musabaqah Hifdzil Quran). Seorang penguji membacakan potongan ayat, lalu peserta lomba diminta untuk melanjutkan potongan ayat tersebut.

4. Waqaf Intidzari (انتظاري)

Waqaf jenis ini sering digunakan oleh para pembaca al-Qur'an ketika ingin menampakkan perbedaan bacaan imam-imam qiraat. Misalnya ia ingin membaca al-Qur'an memakai riwayat imam Hafs, Qalun dan Warasy.

Maka ia membaca satu ayat, ketika di dalam ayat tersebut terdapat perbedaan bacaaan oleh ketiga imam tersebut, maka ia akan waqaf di tempat-tempat yang bacanya berbeda. 

Meskipun tidak semua ayat bisa dipastikan mempunyai keberbedaan membaca (khilaf).

Sekian pembahasan sederhana tentang kondisi waqaf bagi pembaca al-Qur'an. 

Semoga manfaat ya...

Sumber Bacaan
Qowim Musthofa
Qowim Musthofa Dosen IIQ An Nur Yogyakarta dan Pengedar Buku di Elbustane Bookstore

Tidak ada komentar untuk "Pembagian Waqaf Dalam Membaca Al-Qur'an"

Berlangganan via Email