Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Waqaf, Sakt, dan Qath'u

Di dalam ilmu tajwid, waqaf merupakan hal yang sangat penting, bahkan menjadi bagian dari ilmu tartil dan karakteristik ilmu tajwid.

Sebagian orang membaca Alquran, ketika bertemu dengan bacaan-bacaan saktah, berhenti dan masih sempat mengambil napas.
Sumber Gambar dari Pixabay
Ketika menghendaki waqaf, eh ternyata ia tidak mengambil napas. Ini sering saya temui ketika menyimak bacaan Alquran teman-teman di pesantren maupun di kampus.

Nah, sebenarnya apa sih perbedaan antara waqaf, sakt dan qath'u?

Pertama adalah Waqaf

Waqaf adalah memutus membaca Alquran (berhenti sejenak) di akhir kalimat dalam beberapa saat, dan berhentinya itu dikarenakan ingin mengambil napas dengan niat ingin memulai bacaannya lagi. 

Nah, dari penjelasan di atas, bisa disederhanakan dengan kalimat waqaf adalah berhenti sejenak dengan mengambil napas untuk memulai bacaannya lagi. 

Dalam hal memulai bacaan (isti'naf al-qiraah) ada kalanya memulai bacaan di kalimat ia berhenti, ada pula yang memulai dengan kalimat sebelumnya untuk menjaga makna dan artinya, dan ada pula yang memulai dengan kalimat sesudahnya.

Jadi ada tiga cara untuk memulai bacaannya lagi ketika ia sedang waqaf. 

Kedua adalah Sakt/Saktah

Sakt/saktah adalah memutus/berhenti bacaan di akhir kalimat tanpa mengambil napas dalam beberapa saat, namun tidak berada di tempat waqaf. 

Jadi, saktah memang bukan tempat waqaf, sebab itu tidak boleh mengambil napas. 

Perbedaan antara waqaf dan sakt adalah ambil napas dan tidaknya ketika berhenti. Jika waqaf harus mengambil napas, namun jika sakt tidak boleh mengambil napas. 

Lalu, berapa kadar berhenti tanpa mengambil napas tersebut? Ulama sepakat dua harakat/satu alif.

Ukuran harakat atau alif adalah satuan yang bersifat qiyasi untuk mengira-ngira bacaan mad dan sakt. Para ulama mengira-ngirakan membaca satu huruf yang berharakat. Misalnya ba-ba dihitung dua harakat, jika hanya ba saja maka hanya satu harakat.

Ketiga adalah Qath'u

Qath'u adalah berhenti membaca Alquran disebabkan sengaja ingin berhenti dan mengakhiri membaca. Disebabkan berhenti dengan sengaja, maka ketika memulai bacaan lagi, ia harus membaca lafaz ta'awudz lagi.

Harus dipahami dan diketahui juga, bahwa qath'u di sini jangan sampai berhenti di tengah-tengah ayat. Qath'u harus dilakukan ketika di akhir ayat.

Demikian pembahasan dalam perbedaan Waqaf, sakt dan Qath'u semoga bermanfaat ya... :)

Sumber Bacaan
Qowim Musthofa
Qowim Musthofa Dosen IIQ An Nur Yogyakarta dan Pengedar Buku di Elbustane Bookstore

Posting Komentar untuk "Perbedaan Waqaf, Sakt, dan Qath'u"

Berlangganan via Email