Simpang Siur Jumlah Ayat dalam Al-Qur'an

Table of Contents
Sutet Listrik (dok. pribadi 2022)

Apakah Anda pernah mendengar tentang jumlah ayat al-Qur'an yang ada 6666 dan kita percaya begitu saja? Secara tidak sadar sepertinya mayoritas di antara kita pernah menganggap demikian. Tak terkecuali mahasiswa ketika di kelas mata kuliah Pentashihan Mushaf. 

Saya sering melontarkan pertanyaan tersebut di awal pertemuann pembahasan tentang berapa jumlah ayat dalam Al-Qur'an. Kebanyakan dari mereka merecall ingatan mereka bahwa jumlah surah dalam Al-Qur'an adalah 6666.

Kenapa angka tersebut begitu fantastis dan bisa tertanam di ingatan kita? Ya, karena itu mudah diingat. Angka 6666 mudah diingat karena itu termasuk nomor cantik juga, bukan? Eh, sekarang masih ada nggak ya yang peduli dengan nomor cantik? 

Siapa yang Mempopulerkan 6666 sebagai Jumlah ayat dalam Al-Qur'an?

Angka 6666 tersebut, salah dua (bukan satu) yang mempopulerkan adalah Syaikh Nawawi Banten dalam Nihayatuz-Zain fi Irsyadil-Mubtadi’in (DKI Lebanon, t.th. cet. ke-1/36) (w. 1316 H/1897 M) dan At-Tafsir al-Munir fil-‘Aqidah wasy-Syari’ah wal-Manhaj, (Dar al-Fikr 2003, jilid 1/45) karya Wahbah az-Zuhaily. 

Setidaknya itu yang saya ketahui melalui artikel yang terbit di website Kemenag.

Perbandingan 7 Kawasan tentang Jumlah Ayat serta Permasalahannya

Keterangan
Mazhab Kufi: penentuan hitungan ayat yang bersandarkan pada riwayat masyarakat Kufah (Irak), secara sanad bersumber dari Ali bin Abi Thalib melalui penuturan Abu 'Abdirrahman as-Sulami. Mazhab Basri: bersumber dari trah periwayatan ulama fawasil di wilayah Basrah (Irak), dengan tokoh utama seperti 'Atha bin Yasar dan Ashim al-Jahdari. Mazhab Makki didasarkan pada tradisi perhitungan fashilah ayat yang dipegang teguh oleh para ahli qiraat di kota Mekah. Riwayatnya bersandar secara otentik pada sahabat Abdullah bin az-Zubair. Mazhab Madani I standardisasi hitungan ayat fase pertama di kota Madinah yang bersumber dari riwayat Imam Nafi' dari Abu Ja'far Yazid bin al-Qa'qa' (serta dituturkan pula oleh Syaibah bin Nashah). Mazhab Madani II Standardisasi hitungan ayat fase kedua (kontemporer klasik) di Madinah yang bersandar pada jalur riwayat Ismail bin Ja'far dari Syaihah dan Abu Ja'far. Mazhab Syami merupakan kodifikasi perhitungan fashilah yang dianut oleh masyarakat wilayah Syiria/Syam kuno (termasuk Damaskus dan Palestina). Trah riwayatnya bersandar kuat pada sahabat Mu'adz bin Jabal melalui Yahya bin Al-Harits ad-Dzimari.
No Nama Surah Kufi Basri Makki Madani I Madani II Syami Masalah / Titik Khilaf Utama (Mawadhi' al-Khilaf)
1 Al-Fatihah 7 7 7 7 7 7 Kedudukan Basmalah sebagai ayat 1 (Kufi/Makki) vs pemotongan klausa An'amta 'alayhim sebagai ayat 6 (lainnya).
2 Al-Baqarah 286 287 285 285 285 285 Khilaf pada Alif Lam Mim (Kufi), Illa khaifina (Basri), dan pembagian Al-Hayyul Qayyum menjadi dua ayat (Madani II).
3 Ali 'Imran 200 200 200 200 200 200 Khilaf tafsili di 7 titik: Alif Lam Mim (Kufi), pembuangan Anzalat-tawraat (Syami), pembuangan Wa-anzalal-furqan (Kufi).
4 An-Nisa' 176 175 175 175 175 177 Khilaf pada Wayuriduuna an tadillus-sabil (Kufi/Syami) dan Fayu'adhibuhum 'adhaban alima (Syami).
5 Al-Ma'idah 120 123 122 122 122 122 Pembuangan klausa Awfu bil-'uqud and Waya'fu 'an kathir (Kufi); penghitungan Fainnakum ghalibun (Basri).
6 Al-An'am 165 166 167 167 167 166 Penghitungan Wa ja'ala az-zulumati (Madani/Makki) and Qul lastu 'alaikum; pembuangan Kun fayakun (Kufi).
7 Al-A'raf 206 205 206 206 206 205 Khilaf pada huruf muqatta'at pembuka Alif Lam Mim Sad (Kufi) and pembagian klausa kisah Nabi Musa.
8 Al-Anfal 75 76 77 76 76 77 Perbedaan pada pembagian klausa pembagian rampasan perang (Anfal) and ikatan perjanjian damai di antara kabilah.
9 At-Taubah 129 130 130 130 130 130 Perbedaan fashilah pada akhir ayat-ayat deskripsi kaum munafik and deklarasi lepas tangan di akhir surah.
10 Yunus 109 109 109 109 109 110 Madzhab Syami menghitung fashilah tambahan pada sela-sela deskripsi kisah umat Nabi Yunus.
11 Hud 123 121 121 122 121 122 Khilaf pada pembagian potongan kalimat dialog para nabi, di mana Kufi memecahnya menjadi lebih pendek.
12 Yusuf 111 111 111 111 111 111 Ittifaq secara total di antara seluruh madzhab fawasil, baik secara jumlah global maupun letak pemotongan ayat.
13 Ar-Ra'd 43 45 44 44 44 46 Khilaf pada huruf muqatta'at Alif Lam Mim Ra' and deskripsi akustik suara guruh (Ar-Ra'd).
14 Ibrahim 52 51 54 54 54 55 Khilaf pada penentuan fashilah kisah azab neraka and rangkaian lafal doa Nabi Ibrahim.
15 Al-Hijr 99 99 99 99 99 99 Disepakati 99 ayat secara global; terdapat perbedaan minor non-kuantitatif pada pemisahan klausa certain.
16 An-Nahl 128 128 128 128 128 128 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
17 Al-Isra' 111 110 110 110 110 110 Perbedaan penentuan batas fashilah pada potongan klausa pembuka tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
18 Al-Kahf 110 111 105 105 105 106 Khilaf di 11 titik, termasuk pemotongan klausa kisah Ashabul Kahfi, Musa, and Dzulqarnain.
19 Maryam 98 99 99 99 99 99 Kufi menghitung fawatih Kaf Ha Ya 'Ain Shad sebagai ayat tersendiri, sedangkan madzhab lain menggabungkannya.
20 Ta Ha 135 134 132 132 132 132 Khilaf pada kata pembuka Ta Ha sebagai ayat (Kufi) serta penyesuaian rima vokal pendek untuk imalah.
21 Al-Anbiya' 112 111 112 112 112 111 Perbedaan penentuan batas fashilah pada bagian akhir doa-doa permohonan para nabi terdahulu.
22 Al-Hajj 78 75 77 76 76 74 Khilaf pada kata Al-Muslimin (Makki) and penentuan batas klausa deskripsi goncangan kiamat.
23 Al-Mu'minun 118 118 118 118 118 118 Disepakati 118 ayat; terdapat perbedaan minor pada penentuan letak pemberhentian rima deskripsi karakter mukmin.
24 An-Nur 64 64 64 64 64 64 Disepakati 64 ayat; perbedaan kecil pada letak fashilah ayat hukum pidana Islam (had) and penyebaran kabar dusta.
25 Al-Furqan 77 77 77 77 77 77 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
26 Ash-Shu'ara' 227 226 227 227 227 226 Khilaf pada Ta Sin Mim (Kufi), kalimat Falasawfa ta'lamun, and kalimat Ayna ma kuntum ta'budun.
27 An-Naml 93 94 95 95 95 94 Khilaf pada klausa Wa-ulu ba'sin syadid (Makki/Madani) and Mumarradun min qawarir (lainnya).
28 Al-Qasas 88 88 88 88 88 88 Khilaf tafsili: Kufi menghitung Ta Sin Mim, lainnya memotong di Ummatan minan-nasi yasqun.
29 Al-'Ankabut 69 69 69 69 69 70 Khilaf pada Alif Lam Mim (Kufi), Wa-taqta'un (Madani/Makki), Mukhlisina (Basri/Syami).
30 Ar-Rum 60 60 59 60 59 60 Khilaf pada Alif Lam Mim (Kufi), Ghulibati-r-rum (Syami/Kufi/Madani I/Basri), Fi bid'i sinin (lainnya).
31 Luqman 34 34 33 33 33 34 Khilaf pada huruf pembuka Alif Lam Mim (Kufi) and klausa Mukhlisina lahud-din (Syami/Basri).
32 As-Sajdah 30 29 30 30 30 30 Khilaf pada Alif Lam Mim (Kufi) and kalimat A-inna lafi khalqin jadid (Syami/Makki/Madani).
33 Al-Ahzab 73 73 73 73 73 73 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
34 Saba' 54 54 54 54 54 55 Madzhab Syami menghitung penggalan kalimat 'An yaminin wa syimal sebagai satu ayat tersendiri.
35 Fatir 45 45 45 45 46 46 Madani II and Syami menambah fashilah terpisah pada sela-sela deskripsi penciptaan sayap malaikat.
36 Ya Sin 83 82 83 83 83 83 Kufi menghitung pembuka surah Ya Sin sebagai ayat 1, sedangkan Basri menyambungkannya dengan kalimat setelahnya.
37 As-Saffat 182 181 182 182 182 182 Perbedaan fashilah pada kalimat sumpah pembuka surah and keselarasan ritme akhir kisah nabi.
38 Sad 88 88 88 88 88 88 Khilaf pada penentuan fashilah kalimat Wal-haqqa aqul di bagian akhir surah oleh madzhab Basri.
39 Az-Zumar 75 75 75 75 75 75 Disepakati 75 ayat; terdapat perbedaan penafsiran letak fashilah minor pada bagian pembagian rombongan.
40 Ghafir 85 84 85 85 85 85 Kufi menghitung huruf pembuka Ha Mim sebagai ayat 1, sedangkan Basri membuang hitungan mandiri tersebut.
41 Fussilat 54 53 54 54 54 54 Kufi menghitung huruf pembuka Ha Mim sebagai ayat 1, sedangkan Basri menyambungkannya ke ayat setelahnya.
42 Ash-Shura 53 50 53 53 53 53 Kufi memecah huruf pembuka menjadi dua ayat (Ha Mim sebagai ayat 1, 'Ain Sin Qaf sebagai ayat 2).
43 Az-Zukhruf 89 88 89 89 89 89 Kufi menghitung huruf pembuka Ha Mim sebagai ayat 1, sedangkan Basri tidak menghitungnya secara mandiri.
44 Ad-Dukhan 59 56 57 57 57 57 Kufi menghitung Ha Mim sebagai ayat 1 and memotong klausa deskripsi hari kiamat menjadi lebih pendek.
45 Al-Jathiyah 37 36 37 37 37 37 Kufi menghitung huruf pembuka Ha Mim sebagai ayat 1, sedangkan Basri menggabungkannya dengan ayat setelahnya.
46 Al-Ahqaf 35 34 35 35 35 35 Kufi menghitung huruf pembuka Ha Mim sebagai ayat 1, sedangkan Basri membuangnya dari hitungan mandiri.
47 Muhammad 38 39 39 39 39 39 Kufi menggabungkan dua klausa deskripsi peperangan di awal surah menjadi satu ayat panjang.
48 Al-Fath 29 29 29 29 29 29 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
49 Al-Hujurat 18 18 18 18 18 18 Ittifaq mutlak secara total, salah satu surah Madaniyah pendek dengan konsensus penuh seluruh mufasir.
50 Qaf 45 45 45 45 45 45 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
51 Az-Zariyat 60 60 60 60 60 60 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
52 At-Tur 49 49 49 49 49 49 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
53 An-Najm 62 62 62 62 62 62 Disepakati 62 ayat; perbedaan kecil terletak pada penyelarasan tanda berhenti untuk hukum bacaan imalah.
54 Al-Qamar 55 55 55 55 55 55 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
55 Ar-Rahman 78 76 77 77 77 78 Khilaf pada kedudukan kalimat pengulangan Fabiayyi aalaa'i rabbikuma tukadhdhiban sebagai fashilah.
56 Al-Waqi'ah 96 97 99 99 99 99 Khilaf pada pemisahan kalimat Fa-ashabul maimanah (ayat 8) yang digabungkan oleh madzhab Kufi.
57 Al-Hadid 29 29 28 28 28 28 Kufi and Basri memisahkan klausa akhir mengenai anugerah karunia Allah menjadi satu ayat mandiri.
58 Al-Mujadilah 22 22 22 22 22 22 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
59 Al-Hashr 24 24 24 24 24 24 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
60 Al-Mumtahanah 13 13 13 13 13 13 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
61 As-Saff 14 14 14 14 14 14 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
62 Al-Jumu'ah 11 11 11 11 11 11 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
63 Al-Munafiqun 11 11 11 11 11 11 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
64 At-Taghabun 18 18 18 18 18 18 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
65 At-Talaq 12 11 12 12 12 12 Madzhab Basri menggabungkan dua fashilah aturan nafkah iddah menjadi satu ayat yang panjang.
66 At-Tahrim 12 12 12 12 12 12 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
67 Al-Mulk 30 30 30 30 30 30 Ittifaq mutlak, salah satu surah yang memiliki dalil kuat dari hadis nabi mengenai jumlah 30 ayat.
68 Al-Qalam 52 52 52 52 52 52 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
69 Al-Haqqah 52 52 52 52 52 52 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
70 Al-Ma'arij 44 44 44 44 44 44 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
71 Nuh 28 28 28 28 28 28 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
72 Al-Jinn 28 28 28 28 28 28 Khilaf tafsili: Makki memotong kalimat Lan yujirani minallahi ahad, lainnya di Walan ajida min dunihi multahada.
73 Al-Muzzammil 20 20 20 20 20 20 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
74 Al-Muddaththir 56 56 55 56 55 56 Makki and Madani II menggabungkan potongan kalimat penjelas mengenai malaikat penjaga neraka Saqar.
75 Al-Qiyamah 40 40 40 40 40 40 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
76 Al-Insan 31 31 31 31 31 31 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
77 Al-Mursalat 50 50 50 50 50 50 Ittifaq mutlak, pengulangan kalimat Waylun yawma'idhin lilmukadhdhibin disepakati utuh sebagai batas fashilah.
78 An-Naba' 40 40 41 40 40 40 Madzhab Makki menghitung kalimat 'Adhaban qariba sebagai satu ayat independen di akhir surah.
79 An-Nazi'at 46 46 46 46 46 46 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
80 'Abasa 42 42 42 42 42 42 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
81 At-Takwir 29 29 29 29 29 29 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
82 Al-Infitar 19 19 19 19 19 19 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
83 Al-Mutaffifin 36 36 36 36 36 36 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
84 Al-Insyiqaq 25 25 25 25 25 25 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
85 Al-Buruj 22 22 22 22 22 22 Ittifaq mutlak, keindahan rima fashilah terletak pada konsonan vokal panjang di ujung ayat.
86 At-Tariq 17 17 17 17 17 17 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
87 Al-A'la 19 19 19 19 19 19 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
88 Al-Ghashiyah 26 26 26 26 26 26 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
89 Al-Fajr 30 30 30 30 30 30 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
90 Al-Balad 20 20 20 20 20 20 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
91 Ash-Shams 15 15 15 15 15 15 Khilaf minor pada Fa'aqaruha (ayat 14) yang dihitung oleh Madani I, Makki, dan Syami.
92 Al-Lail 21 21 21 21 21 21 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
93 Ad-Duha 11 11 11 11 11 11 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
94 Al-Insyirah 8 8 8 8 8 8 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
95 At-Tin 8 8 8 8 8 8 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
96 Al-'Alaq 19 19 19 19 19 18 Khilaf pada pemotongan kalimat Ara'ayta alladhi yanha (ayat 9) yang digabungkan oleh Syami.
97 Al-Qadr 5 5 5 5 5 6 Madzhab Syami memotong klausa pertengahan tentang malam kemuliaan menjadi ayat tambahan.
98 Al-Bayyinah 8 8 8 8 8 9 Madzhab Syami menghitung klausa penjelas Mukhlisina lahud-din sebagai satu ayat mandiri.
99 Az-Zalzalah 8 9 9 8 9 9 Khilaf pada pemotongan kata Asytatan (ayat 6) yang digabungkan oleh Madani I and Kufi.
100 Al-'Adiyat 11 11 11 11 11 11 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
101 Al-Qari'ah 11 11 8 10 10 10 Kufi memecah klausa eskatologis pembagian timbangan amal menjadi kalimat pendek mandiri.
102 At-Takathur 8 8 8 8 8 8 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
103 Al-'Asr 3 3 3 3 3 3 Khilaf tafsili: Madani Akhir memotong di Wa tawasaw bil-haqq, lainnya di Wal-'ashr.
104 Al-Humazah 9 9 9 9 9 9 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
105 Al-Fil 5 5 5 5 5 5 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
106 Quraisy 4 4 4 4 4 4 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
107 Al-Ma'un 7 7 7 7 7 7 Ittifaq mutlak; secara estetis memiliki keteraturan struktur simetris yang kuat dengan Al-Fatihah.
108 Al-Kautsar 3 3 3 3 3 3 Ittifaq mutlak pada surah terpendek di dalam susunan mushaf Al-Qur'an.
109 Al-Kafirun 6 6 6 6 6 6 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
110 An-Nasr 3 3 3 3 3 3 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
111 Al-Masad 5 5 5 5 5 5 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
112 Al-Ikhlas 4 4 5 4 4 5 Khilaf pada pemisahan klausa tauhid Lam yalid dan Wa lam yulad (Makki dan Syami memisahkannya).
113 Al-Falaq 5 5 5 5 5 5 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
114 An-Nas 6 6 6 6 6 6 Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.

Dari tabel di atas sebenarnya perbedaan dari masing-masing kawasan di dunia tidak terlampau jauh melainkan hanya perbedaan beberapa ayat saja. Berikut ini adalah tabel secara ringkas tentang jumlah ayat dari masing-masing daerah beserta saya berikan karakteristik spesifik dan implikasi hukumnya.

Ringkasan Karakteristik Spesifik dari 7 Kawasan

No Madzhab Fawasil / Riwayat Jumlah Ayat Karakteristik Spesifik dan Implikasi Hukum / Cetakan
1 Al-Madani Al-Awwal 6.217 / 6.214 Dalam beberapa versi cetak, jumlah yang paling banyak diikuti dan diimplementasikan adalah versi 6.214 ayat.
2 Al-Madani al-Akhir 6.214 Meski terdapat kesamaan total kuantitas hitungan dengan pendapat kedua Al-Madani al-Awwal, namun tetap memuat perbedaan mendasar dalam perincian penentuan fashilah ayat.
3 Al-Makki 6.220 Hitungan ayat yang bersandar pada riwayat otentik masyarakat Mekah.
4 Asy-Syami 6.226 Standardisasi fashilah ayat yang merujuk pada periwayatan wilayah Syiria/Syam kuno
5 Al-Kufi 6.236 Hitungan inilah yang resmi diikuti oleh cetakan Al-Qur'an di Indonesia (Kemenag), serta seluruh cetakan Al-Qur'an dunia yang menggunakan riwayat Hafs dari Imam 'Asim
6 Al-Basri 6.205 Madzhab hitungan terkecil dalam peta studi fawasil Al-Qur'an klasik
7 Al-Himsi 6.232 Riwayat hitungan lokal yang bersumber dari wilayah Homs, bagian dari trah periwayatan Syami

Merujuk pada data otentik di atas, Al-Qur'an Mushaf Standar Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI maupun yang mendapatkan sertifikat pentashihan di LPMQ secara konsisten menggunakan sistem riwayat Madzhab Al-Kufi dengan total jumlah 6.236 ayat. 

Mengetahui kebenaran ilmiah fawasil ini penting agar kita tidak lagi sekadar ikut-ikutan mengamini angka pembulatan sosiologis yang kurang valid secara epistemologi sanad periwayatan Al-Qur'an klasik.

Kesimpulan

Ini yang paling penting, adanya perbedaan jumlah ayat di dalam Al-Qur'an itu bukan berarti ada penambahan atau pengurangan ayat, melainkan hanya pada perbedaan waqaf saja dalam membaca sehingga menimbulkan kontroversi. 

Hal tersebut justru memberikan efek pada kekayaan sumber pendapat dan juga sistem penulisan yang berbeda dari masing-masing kawasan. Saya kira itu bisa dimaklumi sebab di era Nabi, juga ketika Al-Qur'an disalin di masa Sayyidina Usman, belum ada sistem penomoran ayat tersebut.

Jadi, kesimpulannya kalau cetakan mushaf versi standar Indonesia, jumlah ayat dalam Al-Qur'an berjumlah 6.236 yang berkesesuaian dengan riwayat mazhab Kufah.

Qowim Musthofa
Qowim Musthofa Blogger yang tinggal di Bantul. Mengajar di Institut Ilmu al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta. Terima kasih telah berkunjung. Korespondensi melalui surel: janurmusthofa@gmail.com

Post a Comment