Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Repotnya Mengelola Jurnal Ilmiah di Perguruan Tinggi

QOWIM.NET - Tahun 2019 saya diberikan tugas oleh kampus IIQ An Nur untuk mengelola jurnal ilmiah kampus, namanya An-Nur: Jurnal Studi Islam. Dua tahun sebelumnya saya ditempatkan di Kepala Tata Usaha, karena saya merasa tidak menguasai betul di bidang tata kelola kampus, akhirnya saya memutuskan untuk pindah menjadi pengelola jurnal An-Nur. 

mengelola jurnal ilmiah
qowim.net

Saya pikir mengelola jurnal itu asyik, karena memang selama ini suka saja dengan dunia menulis. Ternyata tidak semudah dan seringan yang saya bayangkan. Seabreg cekenik-cekenik yang saya tidak tahu ternyata cukup mengganggu kinerja menjadi pengelola jurnal. 

Ya, apalagi kalau bukan karena OJS (open journal system) yang ternyata masih minim sekali programmer yang mengoprek-oprek hal itu. Oke, saya mencoba ingat-ingat hal cekenik-cekenik itu;

  1. Instal OJS di hosting.
  2. Setting tampilan homepage
  3. Membuat akun semua penulis
  4. Mendaftarkan DOI 
  5. Indeks ke beberapa web penghimpun jurnal (crossref, moraref, doaj, dll)

Saya tidak punya basic sama sekali tentang dunia programer, ya kalau dikit-dikit tahulah soal CSS kode-kode Java Script, tapi ya sebatas tahu saja, kalau dibuat skala 1-10 pengetahuan saya tentang koding-koding mungkin cuma mendekati angka 6. 

Belum lagi soal mencari artikel yang bersedia untuk diterbitkan di An-Nur. Mengingat jurnal yang saya kelola ini belum terakreditasi, bahkan di kemenristek dikti pun belum. Walhasil, ya harus punya effort yang lebih untuk mengelolanya. 

Awalnya saya cuma seorang diri untuk mengolola jurnal An-Nur, namun setelah berjalan 1 semester, saya mengajukan penambahan personal untuk membantu melancarkan penerbitan artikel ilmiah berbasis OJS tersebut. Alhamdulillah diterima dan dibantu oleh rekan saya satu lagi. 

Akhirnya saya bisa bagi-bagi tugas dan tentunya menjadi lebih ringan, yaa yang namanya beban kalau dipikul oleh banyak orang, jadi lebih ringan bukan? 

Setelah berunding tentang pusang-pusing mengelola OJS, kami berdua pun sebenarnya tidak mengerti banyak, kami sudah berusaha untuk melakukan studi banding ke kampus lain untuk belajar OJS. 

Alur penerbitan mulai dari submission author hingga proses penerbit sudah kami kuasai. Namun, ternyata bukan hanya itu yang harus diperhatikan dalam pengelolaan jurnal, tetapi juga penguasaan dalam hal teknis seperti indeks hingga trik bagaimana caranya agar indeks artikel di jurnal semakin tinggi. 

Tentunya untuk menambah poin akreditasi dan kualitas penerbitan jurnal An-Nur. 

Kesadaran tentang ketidakmampuan di bidang itu, lalu dengan terpaksa kami memilih untuk mencari pihak ketiga. Kami betul-betul angkat tangan. 

Alhamdulillah kami mendapatkan pihak ketiga yang membantu pengembangkan sistem OJS dan tentunya soal indeks-mengindeks itu. Sampai hari ini lancar-lancar saja. Jurnal An-Nur sudah lumayan terindeks di situs-situs pengindeks mayor, sebagai syarat pengajuan akreditasi jurnal. 

Akhir tahun 2021 ini rencana kami untuk mengajukan akreditasi jurnal ilmiah. 

Sekarang fokus pengelola jurnal cuma mencari artikel dan melakukan penyuntingan hingga menjalankan alur penerbitan. Setidaknya sudah merasa ayem dengan adanya pihak ketiga yang membantu. Sehingga waktu tidak dihabiskan untuk ngurusi koding, tetapi konten artikel yang bermutu dan sesuai dengan standar pengelolaan jurnal kami. 

Harapannya sih bisa sampai terindeks di Scopus, biar jadi jurnal ilmiah yang bereputasi. Entah berapa tahun lagi bisa menambah daftar dari 58 jurnal ilmiah Indonesia yang terindeks Scopus di tahun 2021 ini. 

Rencananya, IIQ An Nur mau menambah penerbitan jurnal ilmiah, tahun 2021 ini semoga bisa menerbitkan 5 jurnal sekaligus. Kunjungi rumah jurnal IIQ An Nur di jurnalannur.ac.id 

Nah begitulah repotnya kalau mengelola jurnal ilmiah tapi tidak punya basis bidang program dan koding-koding. 

Jika ada yang merasa seperti itu, lebih baik mencari jasa dari pihak ketiga untuk mengelolanya secara profesional. Dengan begitu, kita bisa fokus pada kualitas artikel, sedangkan urusan OJS bisa diserahkan langsung kepada ahlinya. 

Apalagi, kalau dapat pihak ketiga yang murah dan kualitasnya tidak ecek-ecek. Wah, alhamdulillah sekali.

Qowim Musthofa
Qowim Musthofa Dosen swasta yang suka ngeblog

Post a Comment for "Repotnya Mengelola Jurnal Ilmiah di Perguruan Tinggi"