Penulisan Kata Di mana atau Dimana? Aturan Baku KBBI dan Contohnya

Daftar Isi

Banyak di antara akademisi, mahasiswa, maupun penulis konten yang sering dilanda keraguan saat harus memilih kata hubung penunjuk tempat yang tepat dalam Bahasa Indonesia. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: apakah penulisan kata yang benar itu "di mana" atau "dimana"?. Atau jangan-jangan ini hanya perasaan saya saja, ya? Karena kebetulan memang sering memeriksa tulisan baik itu mahasiswa maupun para penulis di jurnal yang saya ikut jadi pengelolanya.

Kaidah penulisan huruf kapital bahasa indonesia baku
di mana yang ada di mana-mana 
Catatan Baku KBBI: Dalam kaidah tata bahasa resmi Indonesia, kata "di" yang berfungsi sebagai kata depan (preposisi) penunjuk tempat wajib ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Oleh karena itu, bentuk yang baku dan benar menurut KBBI adalah di mana.

1. Mengapa Ditulis Terpisah? (Aturan Baku KBBI)

Dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) serta Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk di memiliki dua fungsi utama dalam tata bahasa:

  • "Di" sebagai Kata Depan (Preposisi): Ditulis terpisah jika menunjukkan tempat, posisi, atau lokasi (contoh: di mana, di rumah, di kampus, di atas).
  • "Di-" sebagai Awalan (Imfiks/Afiks): Ditulis serangkai jika berfungsi membentuk kata kerja pasif (contoh: dimakan, ditulis, dipengaruhi, diperbarui).

Sebab kata mana merujuk pada posisi atau lokasi pertanyaan, maka posisi di di sini murni sebagai kata depan tempat, sehingga penulisan yang tepat wajib dipisah menjadi di mana.

2. Fungsi dan Penggunaan "Di Mana" yang Tepat dalam Kalimat

Selain persoalan ejaan baku, penggunaan kata di mana juga memiliki aturan posisi dalam kalimat agar tulisan tetap komunikatif, rasional, dan baku:

A. Digunakan sebagai Kata Tanya Lokasi
Fungsi utama kata di mana adalah mengajukan pertanyaan terkait keberadaan atau lokasi tempat.

Contoh Baku:
  • Di mana Anda menyelesaikan studi sarjana?
  • Di mana posisi dokumen hasil penelitian itu disimpan?
B. Hindari Penggunaan "Di Mana" sebagai Penghubung Kalimat (Klausa Relatif)
Banyak penulis terpengaruh tata bahasa Inggris (seperti penggunaan kata where atau in which) untuk menyambung dua klausa. Dalam bahasa Indonesia baku, penggunaan di mana sebagai kata penghubung antar-klausa dianggap kurang tepat.

Bentuk Tidak Baku: Kampus IIQ An Nur adalah tempat di mana saya mengabdi.
Bentuk Baku: Kampus IIQ An Nur adalah tempat saya mengabdi. atau Kampus IIQ An Nur menjadi lokasi pengabdian saya.

Jujurly, saya juga seriiing banget menemukan kata di mana yang ada di mana-mana. Tidak hanya tulisan, tetapi juga ketika mendengarkan orang berbicara. Buanyak sekali kata di mana yang tidak semestinya ia berada. Nah, untuk mempermudah, silakan lihat dan perhatikan tabel berikut ini.

3. Tabel Perbandingan dan Contoh Kalimat Baku vs Tidak Baku

Untuk memudahkan penyuntingan draf karya ilmiah atau artikel blog Anda, berikut tabel panduan ringkas perbandingannya:

Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku (KBBI & PUEBI) Keterangan Kontekstual
Dimana rumahmu? Di mana rumahmu? Kata depan penunjuk tempat wajib dipisah.
Buku dimana saya tulis catatan itu hilang. Buku tempat saya menulis catatan itu hilang. Gunakan kata 'tempat' untuk penghubung lokasi.
Lokasi dimana seminar diadakan sangat luas. Lokasi dilaksanakannya seminar sangat luas. Gunakan kata kerja pasif atau kata hubung 'tempat'.
Tips Penyuntingan Karya Ilmiah: Saat memeriksa draf skripsi, tesis, atau artikel jurnal, lakukan pencarian otomatis kata "dimana" lalu perbaiki menjadi "di mana" atau ganti dengan kata hubung penunjuk lokasi seperti "tempat", "yang", atau "lokasi".

Simpulan

Merawat ketelitian dalam berbahasa adalah cermin dari kejelian berpikir ilmiah. Saya sendiri sering risih terlebih dulu jika membaca tulisan kok tidak memerhatikan di yang dipisah dengan di yang disambung. Dengan membiasakan penulisan di mana secara terpisah, tulisan kita di blog maupun karya akademis akan terasa lebih rapi, berotoritas, dan nyaman dibaca oleh khalayak luas.

Posting Komentar