Dua hal yang pernah membuat nabi tertawa hingga kelihatan gigi gerahamnya
![]() |
| Sandal di depan kampus IIQ ketika masih copot sendal/sepatu (dok. pribadi 2019) |
Saya sedang duduk-duduk di rumah dan iseng buka Riyadus Salihin karya Imam Nawawi. Ketika membuka acak, saya menemukan hadis bahwa Nabi tertawa (dlahika). Hadis itu diriwayatkan oleh Umayyah bin Makhsyyi as-Shahabiy. Karena penasaran, saya cari informasi tentang Umayyah bin Makhsyiy di kitab Jami'ul Ushul karya Ibn al-Atsir.
Ia memiliki nama lengkap Abu ‘Abdillah Umayyah bin Makhsyiy al-Khuza‘i al-Azdi yang termasuk penduduk Basrah. Hadis-hadis yang diriwayatkan adalah tentang makanan. Yang meriwayatkan darinya (muridnya) adalah keponakannya sendiri yang bernama al-Mutsannā bin ‘Abdurrahman bin Makhsyiy.
Kejadiannya begini.
Hadis pertama tentang Nabi tertawa karena bacaan basmalah
Suatu ketika Nabi duduk-duduk, lalu ada seseorang yang makan tanpa membaca basmalah terlebih dahulu, ia makan dengan santainya telap-telep hingga masih tersisa satu suap (luqmatun). Saat satu suap terakhir itu berada tepat di depan mulutnya, baru ia berdoa bismillahi awwalahu wa akhirahu (saya baca bismillah baik di awal maupun sampai akhir).
Melihat kejadian itu, Nabi terbawa terbahak-bahak (dlahika) kemudian berkomentar "Dari tadi setan menemaninya makan, tapi ketika orang itu menyebut nama Allah, setan itu muntah-muntah dan mengeluarkan semua isi perutnya."
Ini hadis yang entah berapa kali saya pernah membacanya, juga mendengarnya, tapi tetap saja ketika membacanya lagi, masih terbayang bagaimana lucunya kejadian itu dan saya ikut tersenyum. Hadis itu diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasai di riyadus salihin bab kitab adabi tha'am.
Setelah itu saya juga penasaran, apa lagi ya yang bisa membuat Kanjeng Nabi tertawa selain kisah dari Umayyan bin Makhsyi? Karena hal itu saya iseng buka-buka Maktabah Syamilah dan mencari dengan kata kuncu dlahika an-nabiy.
O iya, kata dlahika dalam lisanul arab disebut ظهور الثنايا من الفرح (tampak dua gigi seri karena bahagia), mungkin ini lebih kuat dari tabassam yang biasanya diterjemahkan dengan tersenyum. Dari istilah itu, hadis selanjutnya ini sekaligus bisa memberi gambaran lebih terang bahwa kata dlahika itu tidak hanya tampak gigi seri, melainkan juga geraham.
Hadis kedua tentang Nabi tertawa karena tingkah orang Yahudi
قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فقالَ: يَا أَبَا الْقَاسِمِ، إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَوَاتِ عَلَى إِصْبَعٍ، وَالأَرَضِينَ عَلَى إِصْبَعٍ، وَالشَّجَرَ وَالثَّرَى عَلَى إِصْبَعٍ، وَالْخَلَائِقَ عَلَى إِصْبَعٍ، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا الْمَلِكُ أَنَا الْمَلِكُ. فَرَأَيْتُ النَّبِيَّﷺ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ، ثُمَّ قَرَأَ: ﴿وَمَا قَدَرُواْ اللّهَ حَقَّ قَدْرِهِ﴾ [الأنعام: ٩١].
ج6 - ص357 - كتاب صحيح البخاري ن عطاءات العلم -
Sengaja saya copas saja, beda dengan hadis sebelumnya yang saya riwayatkan bil ma'na. Terjemahan dari hadis di atas begini
"Wahai Abul Qasim, Allah menggenggam langit-langit dengan satu jari, bumi-bumi dengan satu jari, pepohonan dan tanah dengan satu jari, dan seluruh makhluk dengan satu jari. Setelah itu Allah berfirman: 'Akulah Raja! Akulah Raja!'"
Mendengar itu, Nabi ﷺ tertawa sampai terlihat gigi gerahamnya. Setelah itu beliau membaca ayat: 'Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya.' (Al-An'am: 91).
Hadis ini bisa diartikan dalam pandangan saya (karena males banget mau buka-buka syarah hadis), Nabi tertawa mungkin karena lucu dengan seolah mengatakan "Wah, ada orang Yahudi memuji Allah seperti ini." Sebab manusia memiliki caranya sendiri dalam memuji Allah, dan yang mungkin lucu, salah satunya adalah orang Yahudi tersebut.
Makna yang lain, bisa jadi untuk menunjukkan kepada para sahabat dengan seolah menjelaskan bahwa manusia mengira bahwa alam semesta ini besar dan luar biasa, padahal ada yang lebih berkuasa dan lebih agung yaitu Allah subhanahu wa ta'ala.
Itulah dua kejadian yang pernah membuat Nabi tertawa hingga kelihatan gigi gerahamnya. Semoga bermanfaat.
Selasa kemarin staf fakultas, Mbak Ayu kebingungan karena alat cek plagiasi skripsi yang disebut Turnitin tidak bisa diakses sejak beberapa hari yang lalu, padahal itu dipakai untuk syarat bisa mengikuti sidang skripsi dengan batasan maksimal similarity (kemiripan) kalau tidak salah 30%. Saya ingat pernah mendaftarkan kampus IIQ An Nur dalam program cek similarity di Crossref yang kerja sama dengan Ithenticate. Saya buatkan akun di Ithenticate yang bisa gratis cek similarity hingga 100rb dokumen. Sekalian semua staf fakultas saya buatkan akunnya. Masalah teratasi dan beberapa kali disebut pahlawan, padahal sebenarnya itu adalah fasilitas. Kini staf fakultas bisa melakukan cek plagiasi tanpa perlu berlangganan lagi alias gratis.

Post a Comment