Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

ads.header2

Cara untuk Mengetahui NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional)

Tulisan ini membahas tentang cara mengetahui NIDN atau singkatan dari Nomor Induk Dosen Nasional. Awalnya, tulisan tentang cara mengetahui NPM (Nomor Pokok Mahasiswa) ternyata banyak dibaca oleh warganet di blog saya ini. Jadi, untuk melengkapi tutorial tersebut, jadilah saya menulis juga tata cara tentang mengetahui NIDN. 

Kali aja banyak juga yang butuh, kan? 

Sebelum membahas secara teknis, sebagai pengantar kita harus tahu terlebih dulu apa itu NIDN. 

cara mengetahui NIDN

Singkatan NIDN 

NIDN itu singkatan dari Nomor Induk Dosen Nasional. Ada juga yang membacanya NIDEN. Tapi ejaan itu sepertinya salah, karena jelas di dalam Bahasa Indonesia tidak ada cara baca seperti itu. Misalnya singkatan STNK tidak ada kan yang bacanya Stank, stenk, atau stunk? Hihihi...

Ya, karena itu adalah singkatan, jadi cara bacanya dengan dieja. Jika akronim cara bacanya sesuai dengan tulisannya. Bagi yang belum tahu tentang bedanya akronim dan singkatan bisa membaca postingan berjudul perbedaan akronim dan singkatan beserta contohnya. 

Jadi, sudah jelas ya? NIDN adalah nomor induk dosen nasional yang dikeluarkan oleh negara sebagai bentuk pemberian nomor induk kepada dosen-dosen yang sudah terekam di data kenegaraan. 

Siapa yang Mengeluarkan NIDN? 

Secara administratif, NIDN dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau sering diringkas menjadi KEMDIKBUDRISTEK. Dulunya sih cuma Kemdikbud, namun mulai tahun berapa saya lupa digabungkan antara kemdikbud dan kemristek. 

Bagi yang tahu persis sejarahnya, silakan cantumkan di kolom komentar ya. 

Kemdikbudristek ini silakan untuk mengunjungi laman resminya di https://www.kemdikbud.go.id 

Jadi, ringkasnya pihak kampus yang sudah mendapatkan izin operasional mengirimkan data dosen-dosennya ke PDDikti lalu akan diverifikasi untuk selanjutnya diberikan NIDN kepada dosen yang bersangkutan. 

Nah, lalu bagaimana cara mengetahui NIDN? setelah ini akan dibahas secara teknisnya. 

Cara Mengetahui NIDN 

Untuk mengetahui NIDN dosen silakan kunjungi laman resmi dari PDDikti, sebab data dosen dan mahasiswa di Indonesia berada di sana semua. https://pddikti.kemdikbud.go.id

mengetahui NIDN

Dari data di atas, kita bisa mengetahui statistik perkembangan perguruan tinggi di Indonesia, baik dari sisi jumlah perguruan tinggi, program studi, mahasiswa hingga dosen. 

Data di atas terakhir dikutip pada 30 Agustus 2022 mungkin akan bertambah terus menerus seiring meningkatnya jumlah kuantitasnya. 

Setelah mengunjungi laman di atas silakan ketik saja nama dosen yang ingin Anda cari di kolom pencarian di bagian atas sebelah kanan. 

Kemudian akan muncul gambar seperti berikut ini

cara NIDN

Pada tahap ini, silakan ketik saja nama/perguruan tinggi yang ingin Anda cari, jika sudah maka sistem akan secara otomatis memunculkan data yang Anda inginkan. Misalnya jika saya mengetik nama saya "Qowim Musthofa" di kotak pencarian tersebut maka akan muncul informasi data diri saya mulai dari Nomor Induk Dosen, tempat perguruan tinggi, hingga mengajar di program studi apa. 

Lihat gambar di bawah ini

cara mengetahui NIDN

Sudah jelas sekali dan dipastikan keakuratannya. Dari data di atas memunculkan NAMA, NIDN, Perguruan Tinggi dan Program Studi tempat mengajar. Di sana tertulis Qowim Musthofa, NIDN: 2112039101 tempat mengajar di Institut Ilmu al-Quran (IIQ) An-Nur Yogyakarta di Program Studi Ilmu Hadis. 

Jika Anda klik nama di atas, maka akan memunculkan juga riwayat pendidikan hingga mencantumkan riwayat mengajar mulai dari tahun pertama mengajar hingga sekarang. Jika hal itu dilakukan sinkronisasi oleh admin kampus ke PDDikti. 

Sampai di sini, mudah bukan cara untuk mengetahui NIDN atau nomor induk dosen nasional? 

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, jika ada pertanyaan silakan cantumkan di kolom komentar, ya. 

Qowim Musthofa
Qowim Musthofa Dosen IIQ An-Nur Yogyakarta Fakultas Ushuluddin Prodi Ilmu Hadis

Post a Comment for "Cara untuk Mengetahui NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional)"