Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saran Rasulullah Ketika Suatu Daerah Sedang Dilanda Wabah (CORONA)

Dunia sedang digegerkan pandemi Corona atau Covid-19. Sudah ribuah orang meninggal dunia sebab wabah tersebut, Cina yang disebut-sebut sebagai bermulanya wabah ini menjadi sorotan juga, namun Cina berhasil bangkit dari virus tersebut.

Makkah, kabarnya memberhentikan orang thawaf dan menutup semua akses publik. Malaysia dan Singapura berhasil mengatasinya. Namun, di Indonesia masih saja sempat ada orang-orang yang geger dilarang jumatan dan salat berjamaah di masjid karena dianggap lebih takut virus daripada takut kepada Allah.


Berkaitan dengan hal-hal seperti demikian, sebenarnya Rasulullah pernah mewanti-wanti para sahabat untuk menghindari wabah, dalam bahasa Arab disebut Tha'un, guru-guru saya mengartikannya pagebluk dalam bahasa Jawa.

Suatu hari, Sayyidina Umar sedang menuju Kufah bersama para sahabat senior, di antaranya adalah Muadz bin Jabal, Abu Ubaidah dan lainnya. Ketika di tengah perjalanan, ada sahabat yang mekapor bahwa di Kufah sedang ada wabah. Banyak penduduk Kufah yang meninggal dunia.

Sayyidina Umar mengajak rembug kepada seluruh sahabat dari perwakilan Anshar dan Muhajirin, semuanya bersapakat bahwa kembali lagi ke Madinah dan tidak melanjutkan perjalanan.

Namun, Abu Ubaidah bersikeras dan mengajak untuk tetap menuju Kufah. Ia berkomentar "Kita tidak boleh lari dari takdirnya Allah"

Sejurus kemudian Sayyidina Umar marah dan mengatakan "Kita lari dari takdir Allah untuk menuju takdir Allah"

Perdebatan masih terjadi dan Sayyidina Umar membuat analogi dengan pertanyaan tentang penggembala yang memilih tempat dengan rumput banyak atau sedikit. Mana yang ditakdirkan oleh Allah?

Tak lama kemudian, Abdurrahman bin Auf datang mengabarkan bahwa ketika sedang ada wabah, Nabi menganjurkan agar menutup diri (lock down) dari tempat yang terdapat wabah tersebut. Lalu menjaga diri agar tidak keluar dari rumah.

Seketika itu masalah selesai dan rombongan Sayyidina Umar pulang dan urung melanjutkan perjalanan ke Kufah.

Disarikan dari Ngaji Ihya oleh Gus Rum di Pendopo Nurul Huda Pondok Pesantren An Nur.

Qowim Musthofa
Qowim Musthofa Dosen IIQ An Nur Yogyakarta dan Pengedar Buku di Elbustane Bookstore

Posting Komentar untuk "Saran Rasulullah Ketika Suatu Daerah Sedang Dilanda Wabah (CORONA)"

Berlangganan via Email