Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mendirikan Toko Buku

Semenjak jualan buku di beberapa Loka Pasar (market place) di Indonesia, baik Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee, tahun lalu saya punya keinginan agar punya toko buku sendiri, meskipun kecil. Cita-cita tersebut saya cantumkan di bio akun elbustane bookstore di instagram. "Semoga November 2019 bisa mendirikan toko fisik"
Fasad sederhana elbustane bookstore
Kenapa ingin punya toko fisik? Kan sudah enak menggunakan platform loka pasar saja tanpa modal tinggal unggah-unggah produk saja.

Pikir saya, walaubagaimanapun kalau masih nebeng pada platform lain itu rasanya tidak enak, rasanya tidak longgar dan terbatas, apalagi harus mengikuti sistem di loka pasar yang sungguh njelimet. Meskipun, saya akui juga beberapa loka pasar yang saya pakai tersebut sangat membantu penjualan dan penghasilan saya. Hehe

Saya seperti didorong oleh pihak loka pasar untuk mengikuti ini dan itu, menggunakan badge ini dan itu, belum lagi tentang iklan dan promo-promo lainnya yang sungguh bagi saya yang awam sangat njelimet, ditambah mengejar poin agar peforma tokonya lebih terpercaya. Dikejar-kejar seperti itu kok rasanya tidak bebas ya.
rak-rak koleksi buku agama dan kepesantrenan
Bagaimana tidak? Di lapak-lapak lain yang peformanya sudah bagus sampai star seller pernjualannya sangat gila-gilaan. Konon, mereka berani iklan sampai ratusan ribu perhari. Saya cuma 20.000 perhari. Hehehe. Pelit? Yo ben.

Perjalanan saya di bukalapak selama 2 tahun lebih, baru mencapai juragan bulan januari ini. Lama. Penjualan di tokopedia belum sampai seribu, apalagi di shopee. Duh, ketinggalan jauh.

Semakin ke sini, saya menyadari bahwa waktu dan tenaga saya terbatas untuk mengurusi 3 loka pasar tersebut, belum lagi di media sosial. Duh, hidupku seperti tidak pernah lepas dari yang namanya gawai.

Kerepotan-kerepotan seperti demikian lumrah dialami, bagian dari konsekwensi katanya.

Bulan November saya sudah mendapatkan tempat, sebuah toko kecil milik seorang teman sendiri. Ada dua kios, satu sudah ditempati, satunya belum. Akhirnya saya nekat untuk nembung. Deal.

Bulan November dan Desember menjadi bulan-bulan yang penuh pekerjaan untuk menyiapkan sebuah toko buku, saya sama sekali belum pernah mempunyai pengalaman membuka usaha seperti ini. Mulai dari merekap semua buku, memberikan kode, label harga.

Sambil mengerjakan hal tersebut, saya mencari-cari teman untuk membantu, kelak di toko. Alhamdulillah ada dua teman yang sanggup bekerja dengan saya.
Beberapa penerbit ternama seperti diva press dan intrans publishing
Peralatan dan perlengkapan masih belum memadai, pikir saya kalau nunggu fasilitas lengkap, tentu akan penuh pertimbangan dan butuh waktu lama lagi, jadi saya nekat saja untuk tetap buka. Meskipun masih ada buku yang belum mendapatkan tempatnya, masih tercecer di lantai. Tidak masalah.

Lambat laun akan penuh-penuh sendiri pikir saya.

Bismillah. Dengan keadaan yang terbatas dan modal yang mepet, harus saya buka tokonya. elbustane bookstore.

Di sini kami menyediakan buku-buku referensi kuliah, agama, sosial, sejarah, dan banyak juga buku-buku kesehatan dan pertanian.

Silahkan bagi teman-teman yang ingin mampir untuk melihat sekaligus membeli koleksi buku dari kami.

Dijamin harga bersaing dengan yang lainnya. Cek di google map elbustane bookstore

Inilah mimpi saya bertahun-tahun yang lalu, ingin punya toko buku kecil sendiri. Bahkan, saya sering membayangkan, ketika tua kelak, ketika sudah sendiri, anak-anak saya sudah pergi jauh entah kemana, menunggu toko buku menjadi salah satu cara untuk melawan sepi.

Sebab, merasa kesepian sungguh teramat sangat melelahkan dan bahkan menyedihkan.
Qowim Musthofa
Qowim Musthofa Dosen IIQ An Nur Yogyakarta dan Pengedar Buku di Elbustane Bookstore

Posting Komentar untuk "Mendirikan Toko Buku"

Berlangganan via Email