Parang Tritis

Pantai Parangtritis. Sudah tak terhitung berapa kali saya ke tempat ini, dulu sering ke sini sama teman-teman ketika sedang penat dan butuh hiburan. Pantai selalu menjadi tempat favorit bagi saya, selain dekat dan terjangkau, pantai bagi saya punya kekhasan tersendiri.

Dulu ke Parang Tritis bisa semalam suntuk, bawa ayam bakar-bakaran di sana sambil cerita, nyanyi, main gitar, hingga main kartu. Duh... pengalaman yang tak pernah terulang. Hahaha

Tapi kali ini berbeda, ke Parang Tritis tujuan utamanya untuk hiburan istri dan anak, utamanya Yahya. Yahya dua kali ini ke Paris, pertama ketika usianya baru, kalau tidak salah 12 bulanan. Ia termasuk anak pemberani dan punya rasa penasaran yang tinggi. Umumnya balita memang begitu sih. Hehe



Dokumentasi di atas tidak sengaja dibuat, karena gabut lalu lihat-lihat galeri gawai, jadilah ala kadarnya begitu. Ngeditnya cuma pakai gawai, jadi ya hasilnya masih kelihatan grusa-grusu. Hihihi.

Kembali soal Yahya di pantai. Kami ke sana tidak sendiri, ada sahabat saya beserta keluarganya ikutan. Jadilah tambah ramai. Memang, pergi piknik itu enaknya ramai-ramai, biar kelihatan serunya. Kalau sendiri ya malah bingung hasilnya ngalamun. Pulang-pulang tidak fresh malah kembali pusing. Ya kan?

Karena kami ke sana di hari minggu, bisa dipastikan ramai, meskipun pagi sekitar pukul 6 kami sudah sampai. Banyak hal-hal yang baru yang kami jumpai di sana, selain naik dokar, ATV dan foto sekali jadi, yang paling mengesankan adalah ada wahana kolam renangnya. Persis tepat di depan pintu masuk pantai.

Jadi, setelah kotor-kotor kena pasir pantai, bisa langsung bilas di kolam renang itu. Murah, cuma 3000 untuk anak-anak. Dewasa 5000. 

Di sisi yang lain, mungkin ini tips saja. Tentang penyewaan tikar. Jadi ada baiknya kalau ditawari sewa tikar, tanya terlebih dahulu harganya. Biar tidak kecewa di kemudian. Dan, jangan sekali-kali duduk di tikar yang sudah digelar, itu semua disewakan, dan harganya bisa fantastis mahal.

Pertama mau duduk, saya ditawari tikar beserta ada payungnya, ditanya berapa harganya ternyata 25.000 tentu ini angka yang tidak wajar bagi saya. Jadilah saya urung. Kemudian saya agak menjauh dan ditawari lagi tikar dengan orang yang berbeda, ibu-ibu sudah agak tua. 

Sewanya 5.000 oke langsung saya ambil aja. Dan berterima kasih. 

Kami tidak lama di sana, ya sekitar 90 menit dihabiskan untuk koceh di pantai dan mandi di kolam renang. Pulang-pulang sudah agak siang, kami tertidur pulas.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Parang Tritis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Dapatkan pemberitahuan artikel terbaru dari qowim.net secara gratis! Masukkan emailmu.