Membuat Website Jejak Aswaja

Satu minggu yang lalu, di tengah-tengah perkuliahan aswaja di kelas. Saya teringat, di tahun lalu, beberapa mahasiswa mengutip di tulisannya pemikiran-pemikiran Syaikh Usaimin, Albani, dan ustaz-ustaz viral di media televisi.

Di antara pemikiran yang dikutip adalah tentang trilogi tauhid ala ala wahabi, yakni tauhid rububiyyah, uluhiyyah dan asma' wa shifat. Seketika itu saya tanya, siapa ulama-ulama yang dikutip tersebut dan apa yang diketahui tentang mereka.

Jawaban mereka tidak tahu. Ya benar-benar tidak tahu. Lalu saya tanya, terus pendapat ini diambil dari mana? Jawabnya dari internet. Setelah saya cek lagi ternyata website-website yang dijadikan rujukan yaaaa website yang punya afiliasi wahabi.

Nah, seminggu yang lalu tiba-tiba saya punya kekhawatiran hal tersebut. Lalu saya punya ide untuk membuat website jejak aswaja.

Website ini memang sengaja saya buat untuk mendokumentasikan pemikiran-pemikiran aswaja dengan tiga pilarnya yakni akidah, syariat dan tasawuf dengan tokoh-tokoh yang sudah kita kenal kemasyhurannya.

Abu Hasan Al Asyari dan Imam Al Maturidi dalam bidang Akidah. Imam mazhab empat dalam bidang syariat atau fikih, dan Imam Ghazali dan Imam Junaid Al Baghdadi dalam bidang tasawuf.

Dari tokoh-tokoh tersebut di atas, saya ingin website jejak aswaja ini menjadi sumber sekaligus arsip tulisan-tulisan mahasiswa.

Untuk menjadi saingan situs-situs wahabi mungkin belum sebanding, namun untuk memulainya, apa salahnya jika saya ikut mewarnai ruang diskusi agar berimbang.

Rencana saya tercapai, alhamdulillah. Dengan modal blog gratisan dan domain yang tidak terlalu mahal, semoga website ini bisa berumur panjang dan memberikan manfaat kepada kami terutama dan kepada pembaca pada umumnya.

Dalam persoalan nama, kenapa saya memilih jejak? sebab jejak merupakan diksi yang merepresentasikan makna sejarah, titik awal mula dari sesuatu. Dari pemaknaan tersebut, saya berharap langkah pertama untuk memahami aswaja adalah sejarah terlebih dahulu, setelah itu kemudian melebar sampai pada budaya, perkembangan zaman, pemaknaan baru, dan sekaligus pembaharuannya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Dapatkan pemberitahuan artikel terbaru dari qowim.net secara gratis! Masukkan emailmu.