Pingin Piknik

Semenjak sah menjadi seorang Bapak, ketika Yahya sudah lahir. Saya dan istri memang sudah mufakat untuk merawat Yahya sepenuhnya berdua tanpa bantuan siapa-siapa. (Halah, kayak sibuk aja ya... :D) Hal ini semata-mata ingin melihat perkembangannya detik demi detik.

Ya tapi ini penting, komitmen yang kami bangun. Hehehe.

Alhasil, kami betul-betul kelabakan dari hari ke hari. Ternyata punya tidak semudah yang kami bayangkan. Memang, istri hanya sibuk di pesantren ngajar ngaji setiap setelah maghrib hingga pukul 21.00 dan pagi jam 5 hingga jam 7. Itu saja.

Sedangkan saya, hanya sibuk di kampus setiap hari berangkat siang pulang sore.

Di sela-sela waktu saya dan istri di rumah tetap saja kelabakan, mulai dari mencuci baju, masak, beres-beres rumah dan lainnya. Semuanya kami kerjakan hanya berdua. Ditambah sedikit kesibukan saya di dunia perdodolan buku secara daring. Hehehe.

Saya sering merasa belum bisa menjadi bapak yang baik, dan suami yang baik. Pasalnya, saya hampir jarang sekali untuk pergi piknik dengan istri dan Yahya. Perkara membantu urusan rumah, saya rasa sudah saya lakukan, tapi perkara piknik, ini yang jarang saya lakukan.

"Mas, ayo lah piknik kemana gitu, pergi ke tempat teman silaturahim atau apa kek."

Kalau sudah begitu saya cuma bisa bilang "Ya, besok, Dek." Sambil nyelonong.

Di usia Yahya yang masuk usia 8 bulan, tentu sedang aktif-aktifnya dan sering melakukan hal-hal yang di luar pikiran kami; ngemuti sandal. Ya Allah... Yahya. Sandal hanya kami pakai di dalam rumah untuk keperluan salat. Jadi setelah wudu kami memakai sandal, sebab tahu sendiri kan, di rumah jika ada anak kecil, sangat sulit kita menjaga kesucian rumah. Jadi untuk hati-hati kami memakai sandal.




Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pingin Piknik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Dapatkan pemberitahuan artikel terbaru dari qowim.net secara gratis! Masukkan emailmu.