Tauhid versi Gus Baha

Tauhid merupakan asas dasar agama Islam dengan kalimat “La ilaha illah” –tidak ada tuhan selain Allah. Makna secara leksikal mayoritas memaknai bahwa benar-benar tidak ada tuhan selain allah. Pemaknaan ini akan menimbulkan pertanyaan lagi dengan mengatakan, berarti ada dong sesuatu yang dituhankan selain Allah? Atau ada tuhan yang tidak berhak untuk disembah, dan allah adalah satu-satunya tuhan yang berhak disembah. 

Pemaknaan seperti ini sebenarnya akan menjebak kita pada “pengakuan” bahwa ada tuhan yang tidak berhak disembah, meskipun tidak berhak, kita mengakui tuhan itu atau yang dituhankan itu.
Gus Baha mempunyai pandangan tersendiri dalam pemaknaan kalimat Tauhid ini. Artinya pemaknaan yang jamak sebagaimana jika nyeret kitab la ilaha ora ono pengeran kang wajib disembah iku maujud, illa allaha kejobo allah

Salah satu hadis favorit Gus Baha tentang Tauhid adalah “Barang siapa yang mengucapkan La ilaha Illa allah niscaya akan masuk surga.” Kemudian sahabat Muadz bertanya, mungkin karena tidak percaya hanya dengan mengucapkan La ilaha illah kok masuk surga “meskipun ia pernah berzina dan mencuri?.”
“Ya, meskipun ia pernah berzina dan mencuri.” Jawab Nabi singkat. Pertanyaan Muadz ini diulang sampai tiga kali, karena dianggap nabi bercanda saja. Ternyata tidak. Nabi serius dalam hal ini. 

Tiba-tiba ada seorang sahabat yang lari dan ingin menginformasikan hal ini kepada khalayak ramai atas kabar dari nabi ini. Ternyata dilarang karena hal ini bisa membayakan pemahaman orang awam terhadap hadis di atas. 

Gus Baha dalam hal ini, menjelaskan kenapa Nabi mengatakan “meskipun orang yang berzina dan mencuri masuk surga hanya karena mengucapkan La ilaha illah” menurut Gus Baha kalimat tauhid adalah kalimat kebenaran universal, semua orang berhak mengatakan kebenaran hal itu. 

Ia menganalogikan bahwa kebenaran satu tambah satu adalah dua dan berhak diucapkan oleh orang yang paling buruk sekalipun, oleh sebab itu kebenaran tersebut tidak boleh dimonopoli oleh seseorang pun. Dan, yang menyatakan kebenaran itu berhak juga mendapatkan balasan sebagaimana seharusnya. 

Kebenaran dalam hal ini sangat universal. Oleh karena itu, seburuk apapun orang lain, jika mengucapkan kalimat tauhid, ia berhak mendapatkan surganya Allah. 

Hal ini mengingatkan saya kalimat Budha “ada tiga hal yang tidak bisa disembunyikan di dunia ini, matahari, bulan dan kebenaran.”

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tauhid versi Gus Baha"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Dapatkan pemberitahuan artikel terbaru dari qowim.net secara gratis! Masukkan emailmu.