Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tauhid versi Gus Baha; Penjelasan tentang Hadis Man Qala Lailahaillah

Tambahkan teks
 
Tauhid merupakan asas dasar agama Islam dengan kalimat “La ilaha illah” –tidak ada tuhan selain Allah. Makna secara leksikal mayoritas memaknai bahwa benar-benar tidak ada tuhan selain allah. 

Pemaknaan ini akan menimbulkan pertanyaan lagi dengan mengatakan, berarti ada dong sesuatu yang dituhankan selain Allah? Atau ada tuhan yang tidak berhak untuk disembah, dan allah adalah satu-satunya tuhan yang berhak disembah.

Pemaknaan seperti ini sebenarnya akan menjebak kita pada “pengakuan” bahwa ada tuhan yang tidak berhak disembah, meskipun tidak berhak, kita mengakui tuhan itu atau yang dituhankan itu.
Gus Baha mempunyai pandangan tersendiri dalam pemaknaan kalimat Tauhid ini. Artinya pemaknaan yang jamak sebagaimana jika nyeret kitab la ilaha ora ono pengeran kang wajib disembah iku maujud, illa allaha kejobo allah.

Salah satu hadis favorit Gus Baha tentang Tauhid adalah “Barang siapa yang mengucapkan La ilaha Illa allah niscaya akan masuk surga.” 

Kemudian sahabat Muadz bertanya, mungkin karena tidak percaya hanya dengan mengucapkan La ilaha illah kok masuk surga “meskipun ia pernah berzina dan mencuri?.” 

“Ya, meskipun ia pernah berzina dan mencuri.” Jawab Nabi singkat. Pertanyaan Muadz ini diulang sampai tiga kali, karena dianggap nabi bercanda saja. Ternyata tidak. Nabi serius dalam hal ini.

Tiba-tiba ada seorang sahabat yang lari dan ingin menginformasikan hal ini kepada khalayak ramai atas kabar dari nabi ini. Dalam salah satu riwayat adalah Abu Hurairah.

Seketika Sayyidina Umar mendengar hal tersebut lalu merasa janggal, tak lama kemudian ia memukul Abu Hurairah karena telah meriwayatkan hadis tersebut.

Mereka berdua melaporkan kepada rasulullah. Rasulullah membenarkan bahwa ia telah mengatakan hal tersebut. Lalu ia memberikan saran kepada Rasulullah: 

"Nabi, jangan memberikan pemahaman seperti itu kepada umat, biarkan saja meraka seperti ini. Ini Bahaya" Kata Umar. 

"Ya sudah, jangan diajarkan saja." Kata Rasulullah.

Ternyata dilarang karena hal ini bisa membahayakan pemahaman orang awam terhadap hadis di atas. 

Pada ngaji tentang kalimat tauhid ini, bisa didengarkan rekamannya di Youtube klik di sini.  

Gus Baha dalam hal ini, menjelaskan kenapa Nabi mengatakan “Meskipun orang yang berzina dan mencuri masuk surga hanya karena mengucapkan La ilaha illah” menurut Gus Baha kalimat tauhid adalah kalimat kebenaran universal, semua orang berhak mengatakan kebenaran hal itu.

Ia menganalogikan bahwa kebenaran satu tambah satu adalah dua dan berhak diucapkan oleh orang yang paling buruk sekalipun, oleh sebab itu kebenaran tersebut tidak boleh dimonopoli oleh seseorang pun. 

Dan, yang menyatakan kebenaran itu berhak juga mendapatkan balasan sebagaimana seharusnya.

Kebenaran dalam hal ini sangat universal. Oleh karena itu, seburuk apapun orang lain, jika mengucapkan kalimat tauhid, ia berhak mendapatkan surganya Allah.

Hal ini mengingatkan saya kalimat Budha “ada tiga hal yang tidak bisa disembunyikan di dunia ini, matahari, bulan dan kebenaran.”

Kumpulan rekaman ngaji lawas Gus Baha pada tahun 2005-2018 bisa didengarkan di sini Youtube Channel Jejak Aswaja.
Qowim Musthofa
Qowim Musthofa Dosen IIQ An Nur Yogyakarta dan Pengedar Buku di Elbustane Bookstore

Posting Komentar untuk "Tauhid versi Gus Baha; Penjelasan tentang Hadis Man Qala Lailahaillah "

Berlangganan via Email