Keluarga Baru: Hayun

Beberapa bulan yang lalu saya menulis tentang Ome, Kucing blesteran alias jawa-bule, wajah dan fisiknya njawani tapi bulunya panjang-panjang. Walhasil setelah disuntik dokter sampai 4 kali dalam dua bulan, Ome meninggal dunia karena saya kasih dia salep Scabies. Lah, sebelumnya saya sudah tanya sama dokternya, apa ini tidak apa-apa jika dijilatin?. Dokter bilang nggak papa. Dan, setelah pemakaian tiga kali, ia meninggal.
Merasa berdosa dan sungguh menyedihkan, niatnya mau ngrawat biar sembuh, eh belum sembuh malah kedisikan Izrail. Kan nyesek... 

Setelah kehilangan Ome, saya main ke tempat temen di pesantren sorogenen, saya melihat tiga kucing ras di dalam kandang, tapi kurang terawat. Pup di kotak pasir sampai menggunung. Sumpah demiapah, wuambuneee syedep. Seperti... ah u know what i mean... 

Melihat hal itu saya bilang dengan teman saya “Mbo ya ta openane kui kucinge siji. Mesakke.”
“Hanjo kono, tapi kui kucinge pak yai, tembung wae lak yo kerso mestine.” Jawab teman saya.
Wah jika begini saya kurang berani, tapi saya tak kurang akal, minta tolong dengan Gus Saya untuk membantu “matur” sama pak yai meminta kucing satu itu. Dengan memakai jurus memelaskan diri saya. Walhasil boleh. 

Saya ambil dia malam itu juga, dengan kondisi gelap di sekitar kandang, saya wathon comot saja satu. Dalam keadaan hujan, saya masukkan dia dalam kardus lalu membawanya pulang. Naudzubillah ambune, koyo nyanding thelek sak ulaaika. 

Sampai di kamar saya taruh di kandang, karena dia memang baunya tak bersahabat. Mulailah saya cari-cari nama, ternyata kucing yang saya ambil itu cewek alias betina. 

Tanpa minta pertimbangan siapa-siapa, apalagi shalat dua rakaat istikhoroh, saya putuskan namanya adalah Hayun. Alasannya sepele saja, karena kucing sebelumnya yang namanya Ome telah mati, dan harapan saya dengan nama Hayun, ia akan hidup lebih lama dari pada Ome. 

Hayun berasal dari bahasa Arab. Hayyun yang artinya hidup. Hehe 

Gimana sangat relijiyes, kan?. 

Walaubagainamapun, Hayun sudah saya jadikan sebagai keluarga. Artinya, hidupnya adalah tanggung jawab saya. 

Guayamu ndes ndes. Tuku udud wae ngutang kok, nanggung uripe kucing. Po meh dadi pengeran ye?. 

Hasyah... ngurussss

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Keluarga Baru: Hayun "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Dapatkan pemberitahuan artikel terbaru dari qowim.net secara gratis! Masukkan emailmu.