Raih Aku dalam Bimbang

sedalam bumi tak bisa ditembus
yang selalu setia pada titah
hujan yang basah
menjadi sumber utama kehidupan
karena mampu menjadikan segala sesuatu

saat aku di sini sendiri
menelusuri hati yang sangsi
sinar tak kunjung datang
menghangatkan tubuh yang panas sebab rindu
membakar diri yang dingin sebab cinta

raih aku bila senja
karena rapuhku hadir saat malam menggelincir
dekap kepalaku yang hampir kopyor
terlalu banyak berkhayal
cium mataku yang berdarah tak pernah padam
sebab takut bila terpejam
tentu aku dibawa masa lalu
tersayat pilu menikam ulu

raih aku yang bimbang terpelihara
selamatkan aku dari ketakutan
membungkam masa depan yang kususun
mengembalikan silam yang tak perlu dikenang
kumohon, datanglah seperti angin saat pagi
menyisir embun yang hampir jatuh
daun tua pun seakan tak mau sia-sia

ayo, kemarilah,Sayang...
dekatkan wajahmu di punggungku
rasa dan dengar apa yang kubisikkan
yakinkan keangkuhanku pada masa lalu
aku bersedih kesungguhan
bila sampai turun sejarah

raih, raih aku dalam bimbang
kurasa kau tahu bagaimana cara
meredam bimbang
menjinakkan jiwaku
melatih instingku
menajamkan inderaku
Jogja, Maret 2011

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Raih Aku dalam Bimbang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Dapatkan pemberitahuan artikel terbaru dari qowim.net secara gratis! Masukkan emailmu.